Turnamen Memancing Buleleng Jadi Agenda Tahunan untuk Kenalkan Potensi Wisata Bahari
Lifestyle

Turnamen Memancing Buleleng Jadi Agenda Tahunan untuk Kenalkan Potensi Wisata Bahari

Suara News - SINGARAJA, NusaBali.com - Perairan Bali Utara semakin dilirik para penghobi memancing. Hal itu terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam Bupati Buleleng Fishing Tournament 2026 yang digelar di perairan Buleleng, Minggu (5/7/2026). Sebanyak 300 angler (pemancing) dari berbagai daerah di Bali hingga Pulau Jawa ambil bagian dalam ajang tersebut.

Tingginya animo peserta mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menjadikan turnamen memancing sebagai agenda tahunan. Selain menjadi sarana olahraga dan rekreasi, kegiatan ini dinilai efektif memperkenalkan potensi wisata bahari yang dimiliki Buleleng.

Para peserta memulai perlombaan dari Pantai Kerobokan, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. Setelah pelepasan peserta bebas menentukan lokasi memancing di sepanjang perairan pantai Buleleng sebelum kembali ke titik penimbangan hasil tangkapan pada pukul 11.00 WITA.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, mengatakan perairan Buleleng memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus, termasuk wisata memancing. Potensi tersebut didukung garis pantai sepanjang sekitar 157 kilometer yang merupakan terpanjang di Bali.

Menurut Bupati Sutjidra, keberadaan spot memancing yang tersebar di sepanjang pesisir Bali Utara mulai menarik perhatian pemancing dari luar daerah. Kondisi itu terlihat dari peserta yang tidak hanya berasal dari Bali, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.

“Kegiatan ini menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi wisata bahari Buleleng. Kita memiliki garis pantai terpanjang di Bali dengan sumber daya laut yang sangat potensial untuk dikembangkan,” ujar Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini.

Bupati Sutjidra mengaku antusiasme peserta pada turnamen tahun ini cukup tinggi. Bahkan sejumlah peserta mengusulkan agar kegiatan serupa digelar lebih sering karena banyaknya lokasi memancing yang dinilai menjanjikan.

Menurutnya, usulan tersebut menunjukkan bahwa perairan Bali Utara memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan penghobi memancing. Karena itu, Pemkab Buleleng berkomitmen mempertahankan turnamen tersebut sebagai agenda rutin yang digelar setiap tahun.

Selain mendukung promosi pariwisata, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir. Kehadiran peserta dari luar daerah berpotensi meningkatkan aktivitas sektor pendukung, mulai dari jasa transportasi, kuliner hingga usaha perikanan lokal.

“Kami akan terus mengembangkan kegiatan ini bersama komunitas dan berbagai pihak terkait. Tujuannya bukan hanya untuk promosi wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian laut,” kata Bupati Sutjidra.

Pada turnamen kali ini, Fajar dari tim BPD Bali keluar sebagai juara pertama setelah berhasil menangkap ikan kerapu seberat 6,4 kilogram. Hasil tangkapan tersebut mengantarkannya meraih hadiah sebesar Rp15 juta. Posisi kedua diraih Jik Rama dari tim Ninja 9 dengan tangkapan ikan kurisi Bali seberat 5,4 kilogram dan memperoleh hadiah Rp10 juta. Sementara Bayu Adi Putra dari tim Ersania menempati posisi ketiga setelah menangkap ikan GT seberat 4,8 kilogram dan berhak atas hadiah Rp5 juta.

Seluruh hadiah dalam kompetisi tersebut bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ke depan, turnamen memancing ini diharapkan menjadi salah satu agenda wisata unggulan yang mampu memperkuat citra Buleleng sebagai destinasi wisata bahari di Bali Utara. *lik

You can share this post!