Pemalangan Gereja Horeb Elagaima di Jayawijaya, Kepala Distrik Nduga Temui Warga Hubikosi
Suara News - Warga pengungsi Nduga yang tinggal di kampung Hubikosi, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, mengalami masalah terkait tanah dan lokasi tempat tinggal, yang berujung pada pemalangan Gereja Horeb Elagaima.
Awal Kejadian
Masalah ini muncul ketika warga setempat melakukan pemalangan gereja yang selama ini digunakan oleh pengungsi Nduga sebagai tempat tinggal. Masyarakat Hubikosi meminta agar Pemerintah Kabupaten Nduga dan pengurus gereja Kingmi Nduga dan Wamena segera mengurus keberadaan pengungsi yang telah tinggal di wilayah tersebut sejak 2018.
Perkembangan
Kepala Distrik Mugi, Erianus Kogeya, bersama timnya mengadakan pertemuan dengan pihak yang melakukan pemalangan pada Selasa (3/3/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk mendengarkan alasan di balik penutupan gereja dan mencari solusi damai. Erianus menyatakan bahwa pihaknya ingin memahami masalah yang ada, apakah disebabkan oleh pengungsi atau dorongan pihak lain.
Sementara itu, Aipan Kossay, seorang tokoh lokal yang terlibat dalam pemalangan, menjelaskan bahwa ketidaknyamanan warga setempat disebabkan oleh kurangnya perhatian dari pemerintah dan gereja terhadap pengungsi. Ia menegaskan bahwa keberadaan pengungsi dianggap ilegal karena tidak ada penjelasan resmi mengenai status mereka.
Kondisi Terakhir
Warga setempat berharap Pemerintah Kabupaten Nduga, tokoh gereja, dan pihak terkait segera melakukan kunjungan ke lokasi untuk menjelaskan status pengungsi dan mencari solusi yang adil. Mereka meminta agar relokasi pengungsi dilakukan di lokasi yang berbeda untuk mencegah ketegangan sosial antara masyarakat lokal dan pengungsi.




