Suara News - Pemerintah Kabupaten Jember mengubah strategi penyelenggaraan agenda daerah dengan menekankan pada event yang memberikan dampak nyata terhadap ekonomi masyarakat. Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan komitmen ini dalam agenda Pro Gus’e Update di SMP Negeri 1 Jember.
Fawait mengungkapkan bahwa Pemkab telah melakukan evaluasi terhadap berbagai agenda yang sebelumnya dilaksanakan. Event yang tidak menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan akan dihentikan. Ia menegaskan, "Saya menghapus event-event yang secara kajian akademik dan perhitungan tidak berdampak terhadap pergerakan ekonomi secara signifikan.”
Penyelenggaraan event mulai tahun 2026 akan didasarkan pada kajian yang mengukur manfaat ekonomi, termasuk analisis input-output. Dengan pendekatan ini, Pemkab ingin memastikan setiap pengeluaran anggaran memberikan efek positif bagi masyarakat. Event yang akan dilanjutkan adalah yang diprediksi berdampak pada sektor ekonomi informal, seperti UMKM dan jasa transportasi.
Beberapa agenda yang tetap dipertahankan antara lain Jember Fashion Carnaval (JFC) dan International Jember Marching Carnaval (IJMC), yang diharapkan dapat menarik wisatawan. Selain itu, Pemkab juga merencanakan pengembangan pariwisata di sektor kesehatan dengan meningkatkan layanan di rumah sakit daerah dan memperluas wisata pendidikan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
Pemerintah berencana membenahi destinasi wisata alam dan mempersiapkan strategi promosi baru. Fawait menekankan potensi wisata Jember yang beragam, dari kawasan pantai hingga pegunungan, dan menargetkan promosi destinasi tersebut akan dilakukan setelah Agustus 2026.