Suara News - Warga Cipatat mengungkapkan protes terhadap polusi yang disebabkan oleh aktivitas pabrik batu kapur dengan memasang spanduk di sepanjang Jalan Raya Bandung–Cianjur, setelah kunjungan mendadak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke kawasan industri tersebut.
Pasca kunjungan Gubernur, suara warga yang selama ini terpendam mulai terwujud dalam bentuk spanduk yang dipasang oleh Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gampil). Spanduk-spanduk ini berisi peringatan keras kepada pengendara tentang kondisi lingkungan yang terpengaruh polusi debu kapur.
Koordinator Gampil, Yasun Yusron, menegaskan bahwa pemasangan spanduk ini merupakan bentuk protes atas penderitaan masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa solusi nyata. Debu halus yang menyelimuti lingkungan menyebabkan atap rumah memutih, tanaman layu, dan dampak kesehatan bagi warga. Yasun menyatakan bahwa mereka telah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada pihak berwenang dan pemilik usaha namun belum ada tindakan serius untuk mengurangi polusi.
Warga Cipatat meminta pemerintah untuk turun tangan dengan mengecek kelayakan mesin pengolahan, memastikan penerapan aturan pengendalian debu, serta melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga. Yasun menyebutkan bahwa banyak warga yang mengalami gangguan pernapasan dan meminta tindakan medis untuk menilai dampak polusi terhadap kesehatan mereka.