Peringatan Potensi Gejolak Sosial Menjelang 2026
Suara News - Immanuel Ebenezer memperingatkan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi konsolidasi penggulingan pemerintahan pada periode Juni hingga Juli 2026, di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan keresahan publik.
Awal Kejadian
Wacana mengenai kemungkinan terjadinya '98 jilid 2' mencuat setelah Immanuel Ebenezer, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, memberikan peringatan kepada Presiden terkait situasi yang dapat memicu gejolak serupa dengan peristiwa Reformasi 1998.
Perkembangan
Sosiolog Zuly Qodir mengungkapkan bahwa pelemahan ekonomi dan nilai rupiah yang terus menurun dapat memicu kemarahan publik. Ia menyatakan bahwa jika kondisi ekonomi tidak membaik, gejolak sosial yang lebih besar dapat terjadi. Menurutnya, keresahan masyarakat saat ini sebanding dengan kondisi menjelang Reformasi 1998, meskipun banyak yang memilih untuk tetap diam karena rasa takut terhadap tindakan represif.
Kondisi Terakhir
Zuly menambahkan bahwa denyut kegelisahan publik cukup besar, meski tidak selalu terlihat di ruang publik. Ia mencatat bahwa potensi gerakan massa dapat muncul jika ada momentum yang tepat, meskipun banyak perguruan tinggi kini dinilai kurang kritis. Ia juga mencatat pola pengamanan aparat yang dinilai berlebihan dalam merespons aksi massa dapat memicu aksi masyarakat sipil yang lebih luas.




